Sabtu, 01 Juni 2013

Tercorengnya Kaum Hawa


Korupsi yang terjadi diindonesia sudah sangat tidak asing lagi, tiap harinya warga disajikan berita-berita  yang justru akan membuat nama para penegak pemerintahan tercoreng. Kabar itu tak lain dan tak asing lagi selalu tentang korupsi korupsi dan korupsi. Para koruptor (sebutan untuk yang melakukan korupsi) yang bergelimpang harta yang teganya mencuri, merampok harta Negara demi kepentingan pribadinya memang masih menjadi fenomena yang melakukan bagi Indonesia sendiri. Rasanya belum ada hukuman yang membuat jera para koruptor untuk menghentikan tingkahnya tsb. Undang-undang hanyalah perintah tertulis tak menghalangi aksi para koruptor, justru semakin  banyaknya pasal-pasal tentang korupsi malah menjadi tantangan bagi para koruptor untuk melanggarnya.
                Umumnya para koruptor yang bergelimpang harta tsb menjadikan wanita sebagai aliran kekayaannya agar tidak diketahui.  Seperti yang sering kita saksikan dilayar kaca tentang kasus  suap impor daging sapi, Ahmad Fatonah. Dia diperiksa KPK atas kasusnya tsb dan terbukti melakukan tindakan korupsi. Tidak hanya itu saja, dibalik itu para wanita menjadi alat pengaliran kakayaannya dan kepuasan sesaat yang tak berati . Sebut model cantik sampul majalah playboy, Vitalia yang mendapat mobil serta  jam tangan mewah. Aktris senior  Ayu Azhari sampai seorang mahasiswi yang diberi uang 10 juta dengan syarat menemani tidur sang koruptor!
                Miris rasanya, para wanita kini mudah didapatkan asal uang yang berbicara. Wanita seakan menjadi barang yang mudah didapatkan bagi sang kaya uang!  Tentu saja ini sangat hitam bagi kaum hawa yang tak melakukannya, wanita menjadi seakan sangat rendah ketika sang kaya uang melempar materi asal dia mau menurut kepadanya. Lalu dimana harga diri kaum wanita yang begitu diperjuangkan  Kartini dulu ? tak berartikah perjuangan sang kartini ? tak merasakan kah derita kartini dulu ? kita sudah hidup dijaman emansipasi, tak ada lagi penghalang gender. Kini kaum hawa dan adam sama, asal bagaimana kita mengartikan emansipasi yang benar dan tidak melupakan kodrat kita sebagai wanita. Sadarlah materi sangat bisa dicari tetapi harga diri tidak bisa dibeli! Jagalah kodrat wanita dan lanjutkanlah emansipasi wanita, Jadilah kartini masa kini J